Cintai apa adanya

October 13th, 2006 by andrie-cuzy

Cintailah Apa Adanya

Suami saya adalah seorang insinyur, saya   mencintai sifatnya yang alami
dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul  dihati saya ketika saya
bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua   tahun dalam masa pernikahan,
saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah,   alasan-2 saya
mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan   benar-2 sensitif serta
berperasaan halus.

Saya merindukan saat-saat romantis seperti   seorang anak yang
menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya   dapatkan.
Suami
saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.
Rasa sensitif-nya kurang.

Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan   suasana yang romantis dalam
pernikahan kami telah mementahkan semua harapan   saya akan cinta yang
ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk   mengatakan keputusan saya
kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya dengan   terkejut. "Saya lelah, kamu tidak
pernah
bisa memberikan cinta yang saya   inginkan"

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam   di depan komputernya, tampak
seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal   tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang   pria yang bahkan tidak
dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa  saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya,

"Apa yang dapat saya lakukan untuk   merubah pikiranmu?".

Saya menatap matanya dalam-dalam dan   menjawab dengan pelan,

"Saya punya pertanyaan, jika kau   dapat menemukan jawabannya di dalam
hati saya, saya akan merubah pikiran   saya:

Seandainya, saya menyukai setangkai bunga   indah yang ada di tebing
gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat   gunung itu, kamu akan
mati.

Apakah kamu akan melakukannya untuk   saya?" Dia termenung dan akhirnya
berkata, "Saya akan memberikan   jawabannya besok."

Hati saya langsung gundah mendengar   responnya. Keesokan paginya, dia
tidak ada di rumah, dan saya menemukan   selembar kertas dengan oret-2an
tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi  susu hangat yang
bertuliskan….

"Sayang, saya tidak akan mengambil   bunga itu untukmu, tetapi ijinkan
saya untuk menjelaskan alasannya."   Kalimat pertama ini menghancurkan
hati saya. Saya melanjutkan untuk   membacanya.

"Kamu bisa mengetik di komputer dan   selalu mengacaukan program di
PC-nya
dan akhirnya menangis di depan monitor,   saya harus memberikan jari-2
saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki   programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah   ketika kamu keluar rumah, dan
saya
harus memberikan kaki saya supaya bisa   mendobrak pintu, dan membukakan
pintu untukmu ketika pulang.".

"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu   nyasar di tempat-tempat
baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah   agar bisa
memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu   ’teman baikmu’ datang setiap bulannya,
dan saya harus memberikan tangan saya   untuk memijat kakimu yang
pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya   selalu kuatir kamu akan menjadi
‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang   dapat menghiburmu di rumah
atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan   hal-hal lucu yang aku
alami."

"Kamu selalu menatap komputermu,   membaca buku dan itu tidak baik untuk
kesehatan matamu, saya harus menjaga   mata saya agar ketika kita tua
nanti, saya masih dapat menolong   mengguntingkan kukumu dan mencabuti
ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu,   membimbingmu menelusuri pantai,
menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.   Menceritakan warna-2
bunga
yang bersinar dan indah seperti cantiknya   wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan   mengambil bunga itu untuk mati.
Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu   mengalir menangisi
kematianku."

"Sayangku, saya tahu, ada banyak   orang yang bisa mencintaimu lebih
dari
saya mencintaimu."

"Untuk itu sayang, jika semua yang   telah diberikan tanganku, kakiku,
mataku, tidak cukup bagimu.Aku tidak bisa   menahan dirimu mencari
tangan,
kaki, dan mata lain yang dapat   membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan   membuat tintanya menjadi
kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.   "Dan sekarang,
sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika   kamu puas
dengan
semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di   rumah
ini,
tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri   disana
menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku,   biarkan aku masuk untuk membereskan
barang-barangku, dan aku tidak akan   mempersulit hidupmu. Percayalah,
bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya segera berlari membuka pintu dan   melihatnya berdiri di depan
pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya   memegang susu dan roti
kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang   pernah mencintai saya lebih
dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta   itu telah berangsur-angsur
hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak   dapat memberikan
cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu   sesungguhnya
telah
hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan   sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah   memahami wujud cinta dari
pasangan
kita, dan bukan mengharapkan wujud   tertentu.]

                     "Some people want it to happen…
                        Some wish it would happen…
                          Some make it happen…"
—————————————————————————

Pertengkaran

October 13th, 2006 by andrie-cuzy

Pertengkaran sebuah hal yang dihindari oleh seorang manusia. Pertengkaran menjadi suatu hal yang tak disukai keberadaannya, tapi disadari ato gak pertengkaran membawa hubungan manusia menjadi lebih dekat.

yah kalian boleh percaya ato gak. Tapi dalam sebuah pertengkaran unek2 terdalam dari seorang manusia bisa keluar tanpa disadari, unek2 yang selama ini mengganjal dalam diri seorang manusia bisa keluar shg mau gak mau kita jadi tau apa sebenernya yang dirasain oleh seseorang itu sebenar2nya.

pelajaran baru yang aku dapat dan aku buktiin sendiri menunjukkan itu. pertengkaran demi pertengkeran kian mendekatkan diriku dan dirinya. tiada lagi belenggu diantara kami berdua. semua ego, pemikiran dan rasa kaku tlah melebur jadi satu hingga hubungan bisa menjadi hub yang lebih sehat dan penuh warna

aku dan dirimu menjalin suatu kisah, kisah hidup kita yang kita pintal untuk menghadapi hari2 kita di masa depan, semoga kisah itu menjadi hal yang terbaik di dalam hidupku.

-@ndrie&arlita-

graduating

September 26th, 2006 by andrie-cuzy

Aduh percaya ga percaya tanggal 9 ini gua bakal sidang bo hwahahahahaha.Sgala rasa campur aduk soalnya perasaan gua bimbingan kaya baru seminggu yang lalu, eh tau2 nya udah mau seminar en sidang lagi. doain gua ya teman2ku.

instrospeksi diri

September 17th, 2006 by andrie-cuzy

ku dihadapkan kedalam suatu situasi yang teramat sulit.situasi yang membuat seakan aku tiada memiliki pilihan. Semua pilihan terasa sakit di lubuk hatiku. kumengerang, kuberfikir, kuteriak namun tetap berada dalam pusaran angin. ya Allah berikan petunjukmu kepadaku. Apa yang harus kulakukan dan keputusan apa yang harus kuambil berilah jalan yang terbaik untuk masa depanku.

-senja hari-

This is me*

June 16th, 2006 by andrie-cuzy

Ha 4,5 bulan terdampar di hutan,pengalaman hidupku yang paling menarik.dari sini banyak banget pelajaran berharga yang kudapatkan.apa itu?.hmmm "ga semua yang kamu inginkan akan tercapai, kadang kita harus siap tuk menerima kegagalan yang hadir di dalam hidup,jalani dan hadapi adalah hal yang terbaik yang bisa kau lakukan.karna percayalah semuanya akan berlalu.dan akhir dari seluruh perjalanan kalian sendirilah yang menentukan bukan orang lain"

-cuzy-